SEBUAH KISAH DAN SEBUAH HATI 3

Posted on Oktober 27, 2011

0


Oni dan Ira akhirnya dapat menyelesaikan kuliahnya di Universitas yang termasuk favorit di kota Yogyakarta. Oni dan Ira akhirnya berpisah, kehidupan mereka satu sama lain mengalami banyak perubahan menghadapi dunia nyata sehabis lulus dari Universitas. Ira akhirnya memutuskan pulang kampung untuk mencari pekerjaan disana dan Oni tetap di Yogyakarta untuk menekuni hobinya dan mulai mempersiapkan les privat bahasa. Perjuangan Oni dan Ira memang berbeda karena ideology pun tidak sama walaupun mereka bersahabat. Teman mereka Deden lebih memilih keluar kuliah dan menekuni bisnis dengan para tante-tante kesepian karena dari tante-tante yang kesepian ditinggal kesibukan suaminya, Deden mendapat penghasilan yang lumayan untuk membantu adiknya bersekolah. Beda dengan Doni yang memilih ibukota untuk karirnya dan mulai membuka bisnis kecil-kecilan untuk bertahan hidup di ibukota.
Oni akhirnya memilih menjadi jurnalis dan waktu senggangnya untuk berlatih bahasanya yang masih kacau. Berbeda dengan Ira yang akhirnya memilih ingin menikah secepatnya dengan calon suaminya. Hidup terasa keras dengan apa yang terjadi, menaruh kepercayaan bukanlah segampang membalik-telapak tangan tapi harapan dan keyakinan memberikan petunjuk arah bahwa hidup harus dijalani sekeras apapun. Sebuah surat ditulis sebelum Oni dan Ira harus berpisah dan dibuka sesudah sampai di rumah masing-masing. Oni mengontrak rumah kecil di daerah Yogya, dan Ia pun membuka surat dari Ira yang sudah lama tertumpuk disela-sela buku-buku di kamarnya.

Salam teman ^_^
“ Sebuah persabahatan kadang menyenangkan, kadang menyebalkan karena kita tahu baik-buruknya seseorang setelah mengenal lama. Aku Ira sangat berkesan sejak bertemu Oni, pertama kali mengenal Oni sebagai sosok yang dingin, sosok yang dewasa dalam menghadapi permasalahan yang ada, Agak sedikit jutek dan tentu begitu baiknya. Perjalanan dari waktu ke waktu kita lalui bersama, canda dan tangis selalu mengiringi kebersamaan. Anak kos yang selalu prihatin, menunggu kiriman orangtua yang selalu telat dan harus mencari pekerjaan sambilan untuk menambah pendapatan. Rasanya begitu sengsara tapi aku sangat kuat dan senang dengan keadaan yang kita alami bersama. Kisah cinta yang begitu lucu sebagai hal yang humor, jatuh cinta rasanya berbunga-bunga, bahkan aku kaget ketika Oni jatuh cinta, wow keren berbeda dengan perempuan-perempuan lainnya. Semangat yang membara gara-gara cinta. Oh ya, soal hutang-mengutang nih, kalau gak ada Oni, siapa lagi yang aku minta hutang uang,,hahhaaa,,,.
Syukurnya kuliah kita lancar dengan berbagai hambatan yang terjadi, cita-cita dan harapan selalu kita bicarakan bersama bahkan mendiskusikan laki-laki incaran yang tidak dapat-dapat dan akhirnya kita tetap menjadi perempuan-perempuan lajang yang bahagia. Aku tahu pasti sangatnya tiba ketika kita punya keluarga masing-masing, jangan pernah lupa ceritakan kepada anak,cucu bahkan cicitmu bahwa kita pernah mengenal dan bersahabat. Masa depan, kita tidak pernah tahu tapi tetap jalanilah hidup ini Oni dengan semangat dan harapan tentunya. Kita juga pernah marahan dan diam-diam sebentar tapi rasanya semuanya harus dikatakan bukan seburuk-buruknya.
Yaudah, selamat menjalani hidup di dunia nyata, anggaplah semua orang yang kamu temui adalah saudara-saudaramu yang harus kamu kenal dan perhatikan. Sukses juga untuk karir dan kalau sudah menikah kabari ya,,hhahaa,,,
Ini sepertinya sudah ketinggalan zaman surat-menyurat padahal dunia informasi sudah canggih alat-alatnya, pake hape, pke jejaring sosial, key ya,,,tapi sudahlah kelihatan sedikit kuno tapi berkesan kan,,kalau kita tidak bertemu lagi dan hanya lewat jejaring sosial di Internet,,hahhaa..
Aku pengen kapan-kapan kamu kunjungi aku dikampung halamanku, kalau masih ingat ya. Salam juga untuk keluarga.
Yogyakarta, 24 Juli 2015
Salam, Ira.”

“Sedih, aku membacanya. Tapi aku yakin kita dapat bertemu lagi ditempat dan situasi yang berbeda. Aku mulai beres-beres rumah kecil kontrakku, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia.” Pikir Oni setelah membaca surat dari Ira. Ira yang baru pulang sore habis kerja lalu sampai rumah dan mulai membereskan baju-baju yang berantakan dikamarnya, ia jadi teringat dengan sahabatnya Oni dan mencari-cari surat yang diberikan Oni terakhir perpisahan setelah lulus dari Universitas. Akhirnya Ira menemukan suratnya yang terselip di tumpukan baju-baju di koper.

“ Salam Teman ..hhehhee..
Manis benar, ketika aku lihat kucing dikos tapi lebih manisan aku toh, hehee..aku jadi ingat kita kejar-kejaran, ketawa-ketiwi gak jelas bahkan sampai nangis-nangis kenapa coba,,emosionalnya lagi galau kali ya,,,pertama, aku lihat Ira, wwaah cwe modis nih,,orangnya emang agak sedikit egois sih tapi baik kok,,Pertama-tama, aku heran bisa ya, kita jadi sahabatan padahal banyak hal perbedaan bahkan sampai ideologi juga,,aku jadi teringat sebuah kata bahwa perbedaan bukan sebagai persoalan tetapi melengkapi deh walaupun banyak persamaan sih,,
Ingat aku ya, kalau sampai dirumah bahkan kalau menikah atau memiliki momomgan kabari aku terlebih dahulu sebelum calon suamimu tahu ya,,hahhaa..becanda kok. Semoga karirnya sukses dan selalu ingat Tuhan. Eeh, aku jadi ingat Doni, emang aku suka banget sama dia tapi sayangnya kayanya aku ditolak kali,,tapi gak papa masih banyak yang lain kok,,tetap aku sebagai Oni harus terus berjuang. Aku siap-siap juga menabung untuk kontrak rumah kecil sampai aku ketemu sesorang yang benar-benar untuk dijadikn pasangan hidup deh. Oh ya ra, aku mau jujur nih ma kamu, saat kita bersama belum tentu menyenangkan lho, ada yang menjengkelkan yaitu keegoisan walaupun gak tahu kamu sadar or gak,,perubahan yang kadang tiba-tiba,,tapi aku senang kok sekian lama kita bersahabat ada galaunya ya,,bikin heboh kadang. Tapi nasib kita yang menentukan ya kita sendiri toh,,
yO wis, tar kabar-kabari kalau ada kabar yang menyenangkan. Ya, dulu sebagai anak kos yang pengennya gratisan wahh wajar aja toh,, cari kerja sambilan sambil kuliah, emang repot tapi gimana lagi ya ra, nasip anak kos yang selalu kere apalagi ortu selalu telat mengirim uang, kasihan benar kita nih,,,ya, belajar pribatin tar kalau dah kaya masih ingat saudara-saudara yang miskin. Pasti ada hikmahnya kan..hahahaa..
Yogyakarta, 24 Juli 2015
Salam Kangen Oni..”

“Terharu juga membaca suratnya Oni, dasar Oni, diam-diam menyimpan selera humor pastinya sejak mengenal Doni nih” Pikir Ira sambil mengenang masa lalu. END

Posted in: Uncategorized