SENYUMAN BAGIMU PEREMPUAN DAN BAGIMU LAKI-LAKI

Posted on Mei 19, 2011

0


Budaya Patriarki membelenggu perempuan tidak bebas bergerak, dimana otoritas kekuasan laki-laki mendominasi perempuan, kita dapat melihat banyak kejadian dikampung halaman kita, banyak kekerasan dalam rumah tang, apalagi terjadinya konfik menyebabkan banyaknya perkosaan dan pelecehan.
Kaum perempuan lebih dominan bekerja dalam lingkaran domestik seperti memasak, mencuci piring, mencuci gelas dan mengurusi anak-anak bahkan pendidikan yang didapat hanya setingkat sekolah menengah pertama dan sekolah keahlian. Kemiskinan dan kebodohan pendidikan berdampak buruk pada perempuan apalagi kebiasaan adat perkawinan dengan mas kawin untuk membeli perempuan lepas dari kedua orangtuanya.
Kaum intelektual lebih beruntung memiliki pendidikan dan wawasan yang luas sehingga dapat mempengaruhi ketika melihat fenomena tradisi yang terkesan kaku dan tidak adil di masyarakat kita. Laki-laki juga perlu menjadi pria Feminis untuk membantu mengembangkan patner perempuannya untuk berkembang dan bebas memilih dalam hidupnya karena tidak mudah mempengaruhi seseorang apalagi lekatnya budaya atas nilai-nilai dan norma di masyarakat dan pelajarilah tentang perempuan dan laki-laki ( Feminisme sebuah Kata Hati,Gadis Arivia. Hal 467). Ada 10 syarat menjadi Pria Feminis seperti diungkapkan Gadis Arivia tanpa menghilangkan ke” Machoan” dan Maskulinnya laki-laki.

1. Pria Feminis yang peduli
Pria yang peduli dengan lingkungan sekitar seperti di dalam keluarga juga akan menjalar ke masyarakat luas juga. Dengan kepedulian, Anda akan sensitif pada hati dan perasaan orang lain. Latihanlah kesensitifan ini dibutuhkan untuk dapat menjadi pendengar dan pemer-hati yang baik dalam bidang apapun.

2. Pria Feminis Toleran
Toleransi merupakan senjata ampuh dalam melawan agresifitas, konflik dan sikap fundamentalis. Mengembangkan sikap yang toleran berarti yakin akan pluralisme

3. Pria Feminis Berbudaya
Salah satu sumber pluralisme adalah budaya. Pendekatan budaya menjadi inheren di dalam diri seorang pria feminis seperti ketertarikan dengan seni, sastra, musik dan teater sangat kuat. Pendekatan budaya memiliki nilai-nilai yang membangun yang sifatnya aktif membebaskan bukan keterkungkungan pikiran.

4. Pria Feminis Membebaskan
Dalam hubungan interpersonal pria memiliki aura membebaskan dan terbuka bukan kesesakan dada dan bersifat demokratis dan partisipatori. Artinya berusaha untuk berpartisipasi dalam setiap pikiran dan tindakan patnernya. Sikap ini memberikan kebebasan positif untuk mengembangkan patnernya bukan meninggalkan rasa bersalah, ketakutan dan penolakan.

5. Pria Feminis Menggunakan bahasa yang memberdayakan

Bahasa memperdayakan yaitu bahasa yang menghindar dari kosa kata merendahkan. Bahasa digunakan sebagai ajang komunikasi untuk saling menikmati percakapan dan memahami diri masing-masing dan bukan digunakan untuk mengatur strategi saling menjebak. Lakukan semuanya dengan rileks dan santai, seperti humor-humor kecil.

6. Pria Feminis paham pembagian kerja domestik
Pria Feminis akan selalu peduli pada beban domestik. Pengaturan kerja domestik dilakukan dengan kesetaraan. Pria Feminis tidak malu untuk mencuci baju, memasak, dan membersihkan rumah. Membuatkan teh dan kopi untuk Patnernya tidak membuatnya merasa kurang ” macho” menggantikan popok bayi dan merawat anak merupakan suatu kewajiban yang dijalankan dengan rasa bahagia.

7. Pria Feminis Peduli hak-hak Reproduksi
Salah satu konstribusi angka kematian ibu tinggi adalah tidak pahamnya pria akan pentingnya hak-hak reproduksi perempuan. Keterlibatan pria pada kehamilan perempuan dan kontrasepsi sangat penting. Sikap mau belajar tentang seluk-beluk reproduksi perempuan berarti mau peduli pada kehidupan patnernya.

8. Pria Feminis menggairahkan dalam aktivitas seksual
Pria Feminis selalu bersikap sensitif pada kebutuhan-kebutuhan seksual patner-nya. Orgasme perempuan selalu diperhatikan dan dijadikan fokus dalan setiap aktivitas seksualnya. Percakapan seksual selalu dipastikan terbina dengan sehat agar aktivitas seks menjadi suatu kenikmatan secara fisik dan batiniah bersama. Berdiskusilah jika mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan. Inilah kebersamaan.

9. Pria Feminis menganut manajemen transparan
Dalam pengaturan keuangan, para pria Feminis memberlakukan anggaran dengan transparan. Ekonomi keluarga sangat berkaitan dengan kesejahteraan dan kebahagiaan. Perencanaan yang melibatkan patnernya dibutuhkan untuk membina masa depan yang bertanggungjawab. Transparansi anggaran menjauhkan diri dari praktek korupsi.

10. pria feminis antipoligami
Pria Feminis menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kesetaraan. Ia tidak dapat hidup dengan pasangan yang bergantian dalam satu perjanjian. Kebebasan pria Feminis dipertanggungjawabkan dengan loyalitas dan hormat pada pasangan.

Kaum Intelektual harus berarti belajar pendidikan seksualitas perempuan dan laki-laki, sehingga kekerasan dalam berpacaran atau kekerasan dalam rumah tangga tidak akan terjadi dengan penghormatan terhadap diri sendiri dan oranglain. Hubungan seksualitas di luar pernikahan sebaiknya jangan dilakukan karena jika tidak dipikirkan matang2 akan terjadi dampak besar bagi perempuan dan laki-laki seperti kehamilan yang tidak dikehendaki dan aborsi serta masa depan hancur karena penerimaan masyarakat masih negatif. Pacaran positif dapat dilakukan beberapa langkah seperti:

1. Berdiskusilah sesuatu topik yang membangun seperti film kesukaan, makanan kesukaan, olahraga kesukaan, buku kesukaan dan ikutilah seminar2 yang membangun satu sama lain dengan saling menghargai dan menghormati.

2. Saling mendukung dalam kegiatan masing-masing serta pahamilah karakter pasangan anda serta ajaklah menikmati keindahan alam.

3. menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing tanpa menghakimi dan membelenggunya tetapi membebaskan.

4. mendengarkan dan berbicaralah secara terbuka ketidak sukaan terhadap pacarnya dan jika tidak ada ke cocokan sebaiknya dibicarakan untuk mencari solusinya. Belajar untuk mengendalikan ego masing-masing serta belajarlah untuk mengendalikan hawa nafsu dengan berdiskusi tentang pendidikan seksualitas dan penyakit serta konsekuensinya ini juga membantu untuk memahami serta kesulitan yang di alami walaupun tidak 100% mengubah hanya kita sendiri dapat mengubahnya bukan orang lain

5. Membicarakan cita-cita masing-masing agar dua-duanya dapat meraihnya dengan sukses dengan dukungan dan kepedulian.

6. Mulai belajar profesional serta buatlah semuanya menyenangkan serta rileks dengan humor-humor yang lucu.,,,,hhhhhheeeeee…semoga tidak terlalu konyol deh,,,hhahhhaaa…selamat menikmati..
Tuhan memberkati..karena sebuah hidup adalah pilihan,,,

Posted in: Uncategorized