KISAH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA

Posted on Mei 19, 2011

2


Segala pikiran tertuju pada lamunan yang tak menentu…

Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya,,,,

Badanku kaku dan kelu di dekatnya,,,

Rasanya tidak ada rasa lapar walaupun perut kosong…

Inilah rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama seperti melayang di awang-awang,,,

Indah sekali,,,,,

Tiba-tiba hujan menerpa dan saat itu aku tahu semuanya harus berakhir..

Sakit rasanya,,,

Menangis dan berteriak-teriak,,,tapi sudahlah,,,

Cukuplah menjadi sebuah kenangan manis,,,,

Banyak yang dipikirkan untuk melihat kedepan bukan kebelakang lagi,,,,

My diary,

30 Agustus 2009

Aku menyadari satu hal dalam hidupku yang termanis yaitu pengalaman, dari sebuah pengaguman hingga membuat diriku bersimpati dan menaruhi hati, sebuah perasaan yang tidak mudah aku lukiskan dalam sebuah coretan kertas. Jatuh cinta rasanya memberikan bara api untuk menjadi lebih baik dari biasanya, hingga aku menutup pintu hati untuk  cinta yang lainnya walaupun di depan mataku banyak cowok-cowok supercakep, memiliki IQ yang cukup cerdas tetapi ketika hati sudah ditaruh dalam pikiran bahwa ada seorang yang benar-benar diperhatikan, segalanya hilang. *** ( benarkah? Bo’ong deng,,,mana ada yang cakep, adanya sih sok kecakepan padahal lebih parah daripada tikus kecebur got..)

Oooohhh,,,inikah rasanya jatuh cinta????? Aku ingin melihatnya setiap hari bahkan ingin rasanya memeluknya seperti bantal guling, tapi rasanya tidak, aku hanya dapat membayangkan tidak lebih dari itu. Kisah cinta yang unik tetapi tidak bermutu,,bikin dunia seakan-akan runtuh, padahal muka sudah memerah bercampur jantung berdetak lebih cepat melebihi ledakan bom. Aku berpikir dua kali untuk mengatakannya walaupun resiko ditolak pasti ada. Tiada sabar aku mengungkapkan perasaan itu yang begitu bergejolak tetapi tidak ada jawaban dari sang pangeran dan inilah rasanya digantung tak menentu, benar-benar tidak nyaman. ( Untungnya gk digantung di pohon cabe,,hheee,,^_^..)

Kehidupan seputar cewek tidak lepas dari penampilan yang menarik selain membuat diri makin percaya diri bak model juga dapat menarik simpati para cowok-cowok hidung belang sebut saja kucing garong belang kagak laku dan  makin senang memandangi cewek-cewek yang cantik jelita dengan pakaian minim serta berkulit putih mulus seperti sapi siap dikuliti.( Hikkss,,,seram juga, ampe pake suntik pemutih lho,,) Susah juga menjadi seorang cewek, kalau berwajah biasa-biasa saja dan tidak memiliki keahlian yang menarik juga tidak pernah dilirik, apalagi didekati oleh para cowok-cowok cakep, cool, pintar tapi masih ada arjuna kesasar yang milih untuk sebuah cinta sejati kok.. don’t wory girls,,

Para cewek memiliki imajinasi seperti halnya cowok..iitss,,tunggu dulu, agak berbeda dengan kaum cowok karena kaum cewek lebih menyukai suasana romantis..( hehee,,roma,,ntit,,kaya di film-film bollywood0)).. Perasaan seorang jika tidak dikontrol ketika jatuh cinta dapat jadi boomerang bagi diri sendiri, lihat saja fenomena seorang pemuda gantung diri karena perasaan cintanya ditolak oleh gadis pujaan hati, benar-an mati lho,,sial sekali nasipnya. ( Hiikks..hiikss,,sedih, kok bisa ya, cinta jadi maut>>) Ada yang lebih parah yaitu seorang gadis hamil karena saking cintanya kali seperti samudera lebarnya dan dalemnya seperti sumur 5 em.. belum siap punya cucu udah melakukan persetubuhan tetapi penyesalan selalu di akhir gak di depan girls, akhirnya bayi yang tidak berdosa jadi pelampiasan bahkan dicekik kaya boneka,,nyawa jadi taruhannya deh. Mmmmm,,seram benar, tetapi itu sebuah resiko.

Setiap manusia memiliki jiwa kehidupan dan di dalamnya ada cinta sebuah kata mujarab, tetapi tindakan cinta jadi sebuah lukisan setan yang hitam hingga merendahkan martabat diri sendiri bahkan orang lain terlalu berkelebihan tentunya, atas nama kecintaan dengan Tuhannya hingga jantung berdetak tanpa hati untuk menghancurkan dengan bom-bom atom setiap nyawa dan mati dengan suci,( kok bisa ya, pemikirannya begitu? ) begitu kuatnya kekuatan manusia yang keliru dengan pemikirannya.

Tetapi siapa yang akan menyalahkan? Tuhankah? Karena memberikan sebuah cinta yang kadang menyakitkan, menyenangkan, melelahkan dan tidak menentu. Cewek-cewek menata dirinya menjadi sempurna seperti seorang putri kayangan yang cantik jelita tetapi terasing dari dirinya sendiri dan untuk siapa semua itu? Tidak lain adalah penerimaan dari semua orang atas dirinya. Dicintai dan mencintai adalah sebuah perjuangan panjang di antara rentetan permasalahan yang ditimbulkan. Oohh,,God, berpasrah bukan jalan yang terbaik untuk dipilih tetapi tidak ada pilihan lagi, mau yang mana? Mungkin benar kata sohibku, tiada yang terbaik diantara yang terbaik.

22 Mei 2010

Rasanya lelah memilih, ternyata tidak siap untuk menentukan. Jomblo, tidak memiliki pacar tentunya sedih tetapi ketika sudah punya pacar bosannya setengah mati, perbedaan itu bikin berantem terus-menerus. Pengennya putus saja, cari yang lain tetapi tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada yang menyukai tetapi tidak sesuai sehingga berlalu seperti angin,,good bye boyfriends. Mulailah suatu saat, aku menanggapi sebuah cinta dari seorang cowok yang belum lama aku kenal, mukanya tampan, lumayan pintar ngibul alias suka berbohong,, wajahnya mendekat wajahku,,tiba-tiba “PAakk” iittz,,I sorry.  Senyuman lebarku meluluhkan kegeraman hati,,hheehee,,

Sakit hati, emang tiada tara..segalanya hancur hingga bercucuran air mata. Apalagi menolak seseorang, apalagi ditolak seseorang. Entahlah, aku menyakini sesuatu untuk dikerjakan dan dilakukan dengan sebaik mungkin tanpa mengikuti perilaku orang lain, punya prinsip sendiri dan se-dapatnya professional membedakan antara perasaan dengan kegiatan lainnya. Aku baru ingat bahwa ada yang aku lupakan yaitu sebuah semangat untuk sebuah penolakan. Benar-benar aku harus menyakini segala pengalaman itu indah kok,,sempat duduk bersama orang yang kita taksir, bercanda-tawa, melihatnya berlama-lama. Oohh,, Thank God, I Have Heart..

Ada saja sebuah Kata cinta ditumpangi kata kepentingan, mmmm, yailah..masa murni cinta, kalau bukan kepentingan selalu dibilang ngemblo trus merasa malu, ya siap-siap star kuda. Bukan artis kalau gak kawin- cerai mencari sensasi biar tetap laku bak dagangan di emperan. ( Heehee,,, jualan nih ^-^.) Kekayaan menjadi alasan kepentingan umum dan kepopuleran menjadi alasan nimbrung populer. Apakah itu hanya hayalan dari sebuah konstruksi sosial yang terbangun dari bayang-bayangan status? I don’t know. Aku memilih untuk cinta sejati walaupun tidak tahu bentuknya seperti apa, tapi aku menyakini itu. ( Bentuknya lonjong atau kotak ya ^,,^??_)

Aku benar-benar cinta mati sama kamu,,,oohh,,terimalah aku, jangan sakiti ya,,WhaT?? Keterlaluan dan perlu duduk dibangku sekolah tetapi sekolah saja mahal le..mana cukup, apalagi pacaran perlu modal je,,modal wajah tidak cukup, modal keahlian juga tidak cukup, modal uang  tentu tidak cukup,, apa dunk? Your hEart. Jawaban cukup itukah? Kenapa pake tanda Tanya tidak tanda titik saja!!!!!

Aneh, tapi nyata. Aku tidak dapat mengendalikan rasa suka ma sesorang, langsung pengennya mengungkapkan karena aku memiliki pemikiran yang keliru tentunya di tolak nih,,kurang yakin,,, kapan toh aku mulai yakin dengan diriku sendiri, semuanya lepas karena tidak ada keyakinan. Seperti dugaanku, tanpa jawaban ( Ternyata di gantung di Pohon Kencur,,hhiiii,lebih parah). Aku berkeyakinan kayaknya sang pangeran itu juga suka ma aku tapi dari diri aku tidak menampakkan keyakinan deh,,lupakan saja, menjadi sebuah kenangan..hheheee..tentunya sungguh aku minta maaf dan itu rasanya tidak mengobati rasa sakit yang benar-benar keterlaluan yang telah aku perbuat yaitu sebuah perkataan, kritikan, penghakiman, pemaksaan dan banyak hal untuk mengubah seseorang menjadi bukan dirinya tetapi sesuai dengan konstruksi di dalam pemikiranku.

Ada keanehan kadang yang aku lakukan karena sebuah kecintaan yang hiper, ada ketakutan dan kekhawatiran yang menempel hingga terburu-buru mengambil sebuah sikap karena sebuah perasaan bukan dari pemikiran yang rasional. Penyadaran diri selalu terlambat dan tidak tepat waktu tapi mau apa lagi?? Itulah kesalahan yang terus berulang dan sebuah kebodohan selalu jatuh pada lobang yang sama. Percuma air mata hanya menghilangkan stress sesaat tidak selamanya. Apa sebuah konstruksi sosial yang terbangun bahwa cowok duluan yang setidaknya menembakkan perasaannya ke seorang cewek? Ada saja ucapan dari temanku yang tidak pernah aku lupakan, “ masa, rumput mencari kuda” berpikirlah panjang dunk…

Siapa yang mau dipermainkan atau dibuat mainan, tidak seorangpun. Hati seseorang begitu sensitifnya bukan sekeras baja yang tahan dengan makian dan hinaan, siapa yang mau dibilang bodoh? Siapa yang mau dibilang jelek dan tidak berguna? Siapa yang mau dibilang tidak punya hati?…

Aku benar-benar menjadi seorang yang begitu jahat tanpa hati dengan perasaan orang-orang  dan menanggap segalanya tidak memiliki hati sehingga dengan cuek bebek dan tidak peka dengan keadaan yang ada. Inilah permasalahan diriku yang paling krusial, menjadi kaku dan tidak luwes dengan penampilan yang ada. Sekeras batu hatiku pun dapat melumer dengan perhatian dan kepedulian. Ke-egoisanku membuat diriku berkata kasar tak beraturan dan tetap saja bayangan masa lalu terekam jelas dalam ingatanku, aku menyayangi dan mencintainya tetapi rasa kesal aku juga ada didalamnya, hanya kata maaf saja yang terucap. “ I Love My family “

My Diary,,Good Night,I sleepy.

Andrea Laela, 24 Jurnalis

“ Cukup!!! aku lelah menulis hal yang tidak penting tentang korupsi, aborsi, demonstrasi, kenakalan remaja, pengangguran, pelacuran, konflik, DPR, Artis-artis yang tidak bermutu yang jual wajah saja. Mmmm,, persetan dengan laporanku hari ini, aku ingin melakukan hal yang menyenangkan diriku sendiri yaitu travelling, Jogging dan berenang.” Sahutku dengan kesal sambil merapikan berkas-berkas untuk bersiap-siap keluar dari kantor yang akan bangkrut sebentar lagi, kurasa. Semoga tidak, aku telah dapat penderitaan dan kesenangan dari karyawan-karyawan disitu serta bos yang selalu uring-uringan dan membuatku kesal.

“ Lihat dirimu, Laela… tulisanmu makin membuatku jenuh ketika mengeditnya, tidak menarik. Perbaiki diri secepatnya sebelum bos mengeluarkanmu. Apa harus aku ulangi lagi!!! siapa yang mau berkerja sampai jam tidur dan waktu santai tidak ada lagi, demi siapa? Demi perusahaan ini, demi keberlanjutan masa depan kita.” Terang Martina yang benar-benar mengangguku. “ Ya, secepatnya aku akan mencari tulisan yang menarik dan tentunya menolong perusahaan ini tidak bangkrut.”  Jawabku sambil pergi meninggalkan Martina dan langsung pulang untuk istirahat.

Tuhan, ternyata waktu berjalan cepat sekali. Hari ini, malam minggu, aku hanya berpacaran dengan laptopku untuk membuat tulisan untuk besok, aku merasa iri dengan sahabatku Karina, cepat sekali berganti pacar seperti beli baju saja, bosan langsung diputuskan dan cari lagi yang bagus untuk dipakai trus selalu bermesraan lagi. Hpku berdering, kurasa ada sms masuk semoga dari Joni,,hehheee,,^_^, my love.  Ternyata benar, aku senang sekali tetapi setelah aku baca smsnya yang berisi begini..

Ela, km dah mkn kn? Malming kmana? Begini, bsok ak harus pergi ke luar kota.

Jadi kita batalkan saja perginya ya, maaf.

Langsung aku tidak membalasnya, kesal rasanya.  Aku punya pacar atau tidak sih? Masa 2 Tahunan berpacaran cuma ketemunya hari minggu saja, pengen rasanya aku putuskan saja Joni, tapi aku masih cinta sama dia. Joni seorang peneliti dan antropolog, kesibukannya luar biasa, lahir di Surabaya dan aku mengenalnya karena sebuah seminar di Universitas, tidak ada yang menarik ketika aku melihatnya, orangnya begitu dingin, cuek walaupun kelihatnya cerdas dari kacamata yang dipakainya. Aku ketemu Joni lagi ketika akan mewawancarinya, dan membuat profil Joni Mahendra untuk edisi profil peneliti muda.

Kesan pertama biasa saja, karena aku sering bolak-balik menemuinya, ada getaran hati dan jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, aku ingin melihatnya terus-menerus, aku menyukai sosok Joni yang berkerja keras sendiri dari SMA. Waktu yang menentukan, aku mengatakan rasa ketertarikan aku kepadanya ternyata responnya positif. Ya, aku resmi berpacaran dengan Joni Mahendra, seorang sosok yang aku kejar-kejar untuk dijadikan tokoh profil peneliti muda.

Latarbelakang keluarganya cukup terpandang karena Ayahnya seorang wakil rakyat dan menduduki posisi partai politik yang cukup strategis untuk masuk di daftar calon presiden. Ketika aku mengenalnya, kita banyak berbicara bahkan ada satu hal yang Joni katakan bahwa Joni tidak menyukai Ayahnya menjadi anggota DPR sejak awal karena Ayahnya menghabiskan banyak waktu untuk mengurusi partai politiknya dan kepentingan dirinya sendiri bahkan kepekaanya terhadap masyarakat miskin, pengangguran tidak pernah dihiraukan, Joni menentang Ayahnya dan meninggalkan rumah sejak SMA dan berkerja di rumah makan sebagai pelayan bahkan karena kecerdasannya di SMA, Joni mendapatkan beasiswa melanjutkan ke Universitas keluar Negeri, Joni mengambil Antropologi dan menyukai penelitian di daerah-daerah terpencil. Aku sungguh tertarik ceritanya, aku benar-benar menyukainya walaupun hanya setiap minggu dan hari libur kita dapat pergi bersama, aku mengerti itu karena sejak awal aku sudah mendengar segala kegiatannya.

Aku cinta padamu, sayang,,oohh Joniku. Joni tidak pernah mengatakan cinta padaku bahkan kata sayang, aku yang harus duluan katakan dan menyuruhnya memanggilku sayang tapi aku tidak peduli hal itu. Aku merasa perasaanku tergantung dan tidak menentu. Berapa kali Joni sms dan telefon aku, bisa dihitung dengan jari selama 2 tahunan ini. Lelah aku menjalani hubungan seperti ini, benarkah Joni menyayangiku dan peduli dengan kondisi diriku,

Tiba-tiba hpku berbunyi lagi, ada sms masuk  dan ternyata dari Roni yang berprofesi sebagai reporter dan seorang jurnalis juga, kita beda kantor dan seperti kantor kita saling bersaing, aku mengenalnya sejak bangku perkuliahan, Roni menyukaiku sejak awal kita duduk di bangku kuliah.

“Ela, gmana kbarmu? Bisa ndk kita ketmu, ada hal yg ingin ak bicarakn..

Tlong bls smsku ini ya,,”

Aku males sekali membalas smsnya bahkan mendengar suaranya ketika menelfonku. Dan terpaksanya aku membalas smsnya.

“Ya, kita ketmu ditempat biasa. Sekalian ak jug pengen minta bantuan kamu sih,,”

Roni, sangat baik padaku, dia selalu membantuku dalam penulisanku yang kadang kacau walaupun perusahaan tempat berkerja kita saling bersaing, dan hal yang tidak terlupakan perusahaan aku dengan Roni ternyata dahulunya masih saudara karena perebutan hak waris saja terjadi percekcokan dan pemisahan perusahaan masing-masing, aku berkerja di anak perusahaan dari perusahaan Roni berkerja, dan perusahaan, tempat aku berkerja ternyata tidak memiliki modal cukup besar untuk melebarkan sayapnya dan memiliki hutang dengan beberapa Bank, terjadi penyitaan dan pemecatan beberapa karyawan dan aku masih dipertahankan hingga sekarang tetapi aku tidak tahu jika bentar lagi, aku akan dipecat.

“ makasih, ela. Tahu tidak ada perasaan yang tidak pernah hilang dari diriku, dan tetap seperti dahulu. Met malam.”

Balasan sms dari Roni, benar-benar membuatku tidak menyukainya hingga saat ini, tetapi Roni begitu peduli padaku, aaahhh…lupakan saja, kita harus professional kerja tidak untuk perasaan. Aku sudah mengantuk, pagi-pagi semuanya harus aku selesaikan laporannya.

Bersambung,,,,

Posted in: Uncategorized