Sebuah referensi kecil gratis buat Anda

Posted on Juli 8, 2010

0


Saya akan menulis sesuatu dari Buku Self Management Series karya Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel. Banyak hal positif yang kita dapatkan, salah satu kata dari konsultan bisnis terkenal Dan Sullivan mengatakan “ If you spend too much time working on your weaknesses, all you end up with is a lot of strong weaknesses. Memiliki arti jika kita lebih banyak berupaya untuk mengatasi kelemahan kita, akhirnya kita akan memiliki banyak kelemahan yang semakin menonjol. Semakin kita berlatih atau berusaha mengatasi kelemahan kita, semakin kita akan menjadi orang rata-rata. Setiap manusia memiliki kelemahan dan kelebihan dalam bidang tertentu sehingga dibutuhkan suatu kolaborasi dalam suatu tim untuk menutupi kelemahan dan mengembangkan suatu gagasan baru dari kerjasama dan selektif juga diperlukan dalam memilih patner kerja yang memiliki kemampuan yang berbeda dan memiliki komitmen tinggi.

Kita harus fokus pada kekuatan kita bukan mengeluh dengan segala kelemahan yang dimiliki. Kesehatan fisik sangat menunjang dalam melakukan aktifitas sehari-hari yang produktif sehingga menangani stres dengan baik adalah langkah awal untuk memulai suatu yang kreatif dari diri kita sendiri yaitu dengan keseimbangan kehidupan dengan lingkungan, olahraga secara teratur dengan cara yang sangat mudah seperti jalan-jalan kaki menikmati lingkungan sekitarnya dengan rasa syukur, mengerakkan tangan dan kaki kita setiap hari dan jangan duduk terdiam tanpa melakukan apa-apa. Relaksasi juga dibutuhkan dalam mengimbangi kesehatan fisik dengan salah satu streching ( Meregangkan otot).

Relaksasi secara mental dapat dilakukan dengan mudah dan sangat mahal kegunaan bagi kita yaitu menyenangi pekerjaan kita dan keseimbangan dalam berkerja dan bermain. Buatlah prioritas dalam hidup kita untuk ke depan nantinya. Berusaha bertanggungjawab dalam melakukan sesuatu bahwa berbagi ilmu pengetahuan bukan sesuatu yang murah tetapi kita membelinya.

Tetapi alangkah baiknya kita membaginya dengan tulus hati apa yang kita miliki dalam otak kita sebab kesombongan dan keegoisan diri terhadap pengetahuan tidak menghasilkan apa-apa.

saya terinspirasi dari suatu perjalanan ketika berangkat kekampus, seperti biasa, saya jalan kaki untuk menikmati dan melihat pemandangan sekitarnya tetapi ada yang menarik ketika saya melihat ada seorang anak kecil mengenggam tangan sahabatnya sambil tersenyum dan sering kali saya melihat setiap pagi dan sore bahkan bukan anak kecil tetapi sepasang orangtua yang sudah lanjut dan banyak pekerja sebagai pedagang maupun yang berkerja di perkantoran setiap pagi mulai menentukan target dan malamnya melakukan evaluasi apa yang dilakukan dalam satu hari. Penglihatan itu membuat saya tentunya semangat dalam menjalankan rutinitas sebagai mahasiswi.

Ada cerita yang lucu tentang sindrom jatuh cinta terhadap sesuatu yang kita kagumi, detak jantung akan berdetak lebih kencang dan menurut penelitian itu baik untuk kesehatan jantung, maka seringlah jatuh cinta ke pada sesama manusia dengan memberikan kemampuan kita kepada orang yang membutuhkan, jangan menjanjikan sesuatu yang belum tentu kita tepati dan  masa berpacaran secara positif juga membantu dalam pendewasaan pemikiran dalam kerjasama satu tim/ patner untuk menyelesaikan sesuatu dan berbagi atau berinteraksi tentang segala sesuatu tetapi jangan berselingkuh karena akan menguras energi saja dan tidak fokus serta menduakan sesuatu.

Hal kedua adalah makanan coklat yang banyak dihindari karena takut badan gemuk bagi kebanyakan cewek itu bermanfaat untuk menghindari strok tetapi jangan makan berkelebihan harus seimbang. Pandangan gemuk tidak bagus atau kurus tidak bagus tetapi yang bertubuh langsing serta berdiet ketat hanya persepsi masyarakat yang dipengaruhi media. Diet ketat tidak bagus untuk kesehatan, makanlah makanan dengan keseimbangan dan kita merasa senang menikmati bukan karena tuntutan masyarakat yang terdoktrin media.

Media dalam hal ini memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat bahwa ada masyarakat konsumsi yang terhegomoni terhadap produk-produk tertentu. Kecantikan dan ketampanan dapat kita peroleh dengan berbagi dengan ketulusan dengan segala kemampuan kita terhadap sesama dan lingkungan hidup bukan dengan topeng produk-produk tertentu yang makin memperburuk keadaan kita. Pakaian yang kita kenakan adalah suatu atribut dan kita tidak boleh mendewakan dan berlindung pada atribut yang kita kenakan, berjalan dengan kerapian dan kebenaran serta menikmati hal-hal kecil yang kita lihat sehari-hari.

Saya mudah tertidur jika badan terasa capek dan dalam keadaan tenang  jika tidak terganggu bunyi-bunyi maupun tidur bergerombol karena kamar pribadi saya membuat saya tertidur lebih lelap daripada harus menginap rumah teman atau tempat lain tetapi ada sebagian orang mengalami kesulitan tidur atau sering disebut Insomia dalam mengatasinya cukup mudah jika rajin dilaksanakan yaitu sebelum tidur harus mengendorkan ketegangan saraf maupun otot-otot tubuh dengan melakukan senam ringan dan mandilah dengan air hangat.

Nikmati suasana kamar anda dengan relaksasi, keheningan serta berdoa atas segala hasil yang dikerjakan siang harinya. Upayakan membiasakan tidur sekitar jam 10.00 dan bangun pagi jam 04.00. Kebiasaan membaca pagi juga mendorong kita untuk terbangun pagi walaupun saya juga mengalami kesulitan dalam mematuhi standar kedisplinan karena faktor yang kebanyakan orang alami yaitu rasa malas. Tip yang ringan untuk kesehatan fisik adalah tertawa dan tersenyum merupakan olahraga yang sederhana tetapi sangat berguna.

Saya akan membicarakan tentang referensi yang menarik dari  George Ritzer dalam buku teori sosial Postmodern pembahasan yang ringan saja karena saya belum terlalu menguasai. Postmodernitas mengarah pada suatu epos jangka waktu, zaman, masa sosial dan politik dalam suatu pembahasan historis dan merujuk pada produk kultural sedangkan teori sosial Postmodern mencakup suatu epos historis baru, produk kultural baru serta tipe teoretisasi baru mengenai dunia sosial. Saya akan menulis sedikit tentang perkembangan teori sosial postmodern terkait dengan kritisisme seni dan literal dengan tokoh-tokoh pengerak yang merasa gelisah yaitu Leslie Fiedler dan Hans Bertens dan mengambil intinya menurut Hans Bertens yaitu Representasi selalu merupakan ilusi dari suatu pengalaman  yang tidak dapat dihindari dan bahasa serta kode menjadi keseluruhan persepsi visual dengan berbagai cara serta tidak satupun sisi luar representasi yang dikodekan sebelumnya. Selanjutnya yang menarik adalah Strukturalisme dan Poststrukturalisme.

Strukturalisme merupakan hasil reaksi penentangan terhadap humanisme terutama ekstensialisme filsuf dan fenomenologi. Dalam Ektensialisme Filuf Jean Paul Sartre yang mengatakan bahwa manusia bukanlah subyek bagi atau ditentukan oleh aturan-aturan sosial manapun sehingga manusia menentukan takdirnya sendiri dalam suatu kebebasan dan selanjutnya Fenomenologi  Edmund Husserl yang tertarik dengan keilmuan struktur dasar kesadaran manusia yang bertujuan menyelidiki secara cermat semua lapisan dengan melihat sifat dasar ” Ego Transendental” dalam bentuk lapisan kemurnian. Ide ego transendental merupakan refleksi dasar/ sifat tetap kesadaran manusia dan bukan merupakan sesuatu tetapi proses hubungan dengan aktor-aktor lainnya dan obyek di dunia ini.

Strukturalisme menurut Spivak merupakan sebuah unit yang tersusun dari beberbagai elemen dan ditemukan pada hubungan yang sama dalam suatu aktivitas yang tergambarkan  dan tidak dapat dipecahkan dalam elemen-elemen tunggal. Strukturalisme tidak sama pada pembahasan pada struktur-fungsional tradisional yang mengarah pada struktur sosial ( Kelas sosial, Birokrasi) tetapi pada struktur bahasa ( struktur sosial yang dapat diinterpretasikan seperti bahasa) Menurut Ferdinand de Saussure bahwa bukan dunia eksistensial manusia yang membentuk keadaan sekitarnya tetapi dibentuk dari aspek-aspek dunia sosial lainnya seperti struktur bahasa dan kodenya serta perannya arbitrernya untuk menggabungkan kata-kata dan diperluas lagi struktur bahasa dengan keseluruhan sistem tanda yang tidak terdapat dalam bahasa yaitu Semiotika yang menurut Roland Barthes dengan mengembangkan ide-ide Saussure dalam semua arena kehidupan sosial.

Semiologi yang memiliki tujuan untuk memahami sistem tanda apapun subtansinya dan limitnya seperti Image, gestur, suara musik, objek serta segala yang terkait dengan semuanya termasuk isi ritual, hiburan konvensi atau publik. Jadi merupakan jika tidak bahasa-bahasa sekurang-kurangnya adalah sistem signifikasi.

Hal juga menarik diungkapkan oleh Claude Levi Strauss yang juga memperluas kajian Saussure tentang bahasa ke dalam persoalan-persoalan antropologis seperti mitos dalam masyarakat primitif, sistem kekeluargaan serta membuka seluas-luasnya penerapan strukturalisme dalam bentuk-bentuk komunikasi.

Teori Strukturalisme ini mengalami pertentangan atas reaksinya sehingga lahir Poststrukturalisme dengan tokoh Pierre Bourdieu dan  Michel Foucault,  Jacques Derrida ,psikoanalisis Prancis Jacqyes Lacan. Akar dari Postmodern adalah seni dan kritik sastra dalam berbagai bentuk seperti arsitektur, fotografi, teater, lukisan, tari dan tulisan sastra.   Perubahan masyarakat yang selalu dinamis diharapkan memiliki kekritisan dalam mensikapi fenomena-fenomena yang ada karena interaksi dengan berbagai bahasa dan diturunkan dalam bentuk tanda maupun simbol dari hasil hubungan dengan aktor-aktor bahkan objek. Lahirnya Feminisme yang berkaitan dengan permasalahan gender atas perlakuan label terhadap perempuan memberikan distribusi besar bagi perempuan maupun laki-laki untuk meninggalkan suatu yang tradisi tradisional bahwa kesetaraan dan pembeda dalam hal biologis tetapi manusia memiliki kecendrungan untuk berkumpul bersama dan hubungan ini menciptakan suatu kesadaran atau pengalaman dari pengetahuan berinteraksi.

Manusia setiap zaman mengalami perubahan bahwa aturan baku yang mengikat manusia seperti robot pekerja zaman Marx telah berubah dizaman sekarang bahwa ada konfik kelas pun telah berubah bukan perjuangan kelas proletariat terhadap kekuasan kelasBorjois tetapi perkembangan kapitalisme yang memiliki konflik kepentingan antara kelas-kelas tertentu dalam struktur sosial dalam masyarakat. Perkembangan sosial selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa terpaku pada suatu teks zaman lama.

Saya merasa senang jika ada masukan maupun kritikan untuk memperbaiki tata bahasa atau ide pengembangan tulisan yang saya tulis karena jika saya tidak menulisnya saya akan lupa. Terima kasih.

Yogyakarta, 8 Juli 2010

Theresia Hesti kurniawati

Posted in: Uncategorized