PT. FREEPORT INDONESIA SEBAGAI PT PENAMBANGAN EMAS DI DAERAH TIMIKA PAPUA INDONESIA

Posted on Maret 30, 2010

6


BAB 1

PENDAHULUAN

A.1 Latar Belakang

PT. Freeport Indonesia merupakan perusahaan pertambangan yang mayoritas sahamnya milik Freeport-McMoran Copper& Gold Inc. perusahaan Freeport adalah pembayar pajak terbesar kepada Indonesia, perusahaan inu merupakan perusahaan penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg. Freeport Indonesia telah melakukan eksplorasi di Papua di dua tempat yaitu tambang Erstberg dari tahun 1967 dan tambang Grasberg pada tahun 1988 tepatnya dikawasan tembaga puri, kabupaten Mimika, provensi Papua.

PT. Freeport  berkembang menjadi perusahaan dengan penghasilan 2,3 miliar dolar AS dan keberadaannya memberikan manfaat langung dan tidak langsung kepada Indonesia sebesar 33 miliar dolar dari tahun 1992-2004. Harga emas yang mencapai nilai tertinggi dalam 25 tahun yaitu 540 dolar per ons, Freeport diperkirakan akan mengisi kas pemerintahan sebesar 1 miliar dolar.

PT. Freeport telah mengetahui bahwa tanah di daerah Mimika Papua memiliki potensi besar ada pertambangan emas terbesar di dunia sehingga PT. Freeport mulai memasuki daerah Mimika pada tahun 1971 dengan membuka lahan awalnya di Erstberg dan di tempat tersebut masih ada warga asli dan harus di pindahkan ke kaki pengunungan. Penambangan emas, tembaga, perak dan sebagainya secara langsung merusak alam daerah Papua dengan limbahnya yang mencemari sungai-sungai yang dipakai oleh penduduk setempat bahkan kehidupan penduduk asli yang bertempat tinggal di sekitar PT. Freeport tidak dapat hidup layak.

A.2  Rumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.

Apakah ada kaitannya dengan analisis geografi dan spasial terhadap berdirinya perusahaan PT Freeport Indonesia di daerah Mimika Papua?

A.3 Tujuan Penulisan

Mengetahui dan menjawab rumusan masalah  dengan ada kaitanya dengan menganalisis geografi dan spasial daerah Mimika Papua yang dijadikan tempat berdirinya perusahaan Freeport Indonesia.

BAB 11

PEMBAHASAN

2.1       Analisis geografi dan spasial tentang sejarah daerah Mimika dan munculnya PT.Freeport

Masyarakat Papua mempercayai suatu mitologi tentang manusia sejati yang berasal dari sebuah Ibu yang kematiannya berubah menjadi tanah membentang sepanjang daerah Amungsal dan daerah ini di anggap kerambat oleh masyarakat setempat sehingga secara adapt tidak ijinkan untuk dimasuki tetapi pada tahun 1971 Freeport Indonesia memasuki daerah keramat ini dan membuka pertambang dengan mengeksplorasi di daerah Erstberg dan sejak tahun 1971 suku asli Amugme dipindahkan ke luar wilayah yang suku ini tempati ke wilayah kaki pegunungan. Penambangan Erstberg ini habis pengeksplorasi pada tahun 1989 dan dilanjutkan dengan penambangan pada wilayah Grasberg dengan ijin produksi yang dikeluarkan oleh Mentamben Ginandjar Kartassmita pada tahun 1996 serta tercantum pada AMDAL produksi yang diijinkan adalah 300 ribu/ton/hari.

2.2       Cadangan pertambangan di daerah Mimika Papua

Di tinjau dari tubuh-tubuh bijih

Tubuh-tubuh bijih kami terdapat pada dan di sekitar dua tubuh-tubuh instrusi utama batuan beku (igneous), yaitu monzodiorit Grasberg dan diorit Ertsberg. Batuan-batuan induk untuk tubuh-tubuh bijih tersebut terdiri dari batuan-batuan karbonatan maupun klastik yang diterobos oleh batuan beku berkomposisi monzonitik dan dioritik yang membentuk punggungan bukit dan sisi atas rangkaian Pegunungan Sudirman.

Tubuh-tubuh bijih Grasberg dan ESZ, terdapat pada batuan beku sebagai batuan induk, hadir dalam bentuk urat-urat (vein stockworks) dan diseminasi sulfida tembaga yang didominasi oleh mineral chalcopirit dan sejumlah kecil berupa bornit. Tubuh-tubuh bijih yang berinduk pada batuan sedimen terjadi pada batuan ubahan skarn yang kaya akan unsur magnetit dan magnesium serta kalsium, yang mana lokasi keterdapatannya dan orientasinya sangat dikontrol oleh patahan-patahan besar (major faults) dan oleh komposisi kimia batuan-batuan karbonat di sekitar tubuh-tubuh instrusi tersebut. Mineralisasi tembaga pada batuan ubahan skarn tersebut didominasi oleh mineral chalcopirit, akan tetapi konsentrasi setempat dari mineral sulfida bornit yang cukup banyak juga kadang terjadi. Mineral emas terdapat secara merata disemua tubuh bijih dalam jumlah yang beragam. Di beberapa tempat konsentrasinya cukup banyak, kehadirannya jarang bisa dilihat dengan mata telanjang. Konsentrasi emas tersebut lazim terjadi sebagai inklusi di dalam mineral sulfida tembaga, sedangkan pada beberapa tubuh bijih konsentrasi emas berkaitan erat dengan keterdapatan mineral pirit.

2.3 Pertumbuhan pertambangan PT Freeport Indonesia

Tembaga                                          Emas

*Produksi 100% sejak penemuan Grasberg pada tahun 1988

2.4 Akibat pertambangan di daerah Mimika Papua Indonesia

Berdirinya PT. Freeport banyak memberikan dampak di daerah Mimika Papua karena menurut Tim Investigasi Kementerian Lingkungan Hidup menemukkan adanya indikasi awal adanya pencemaran lingkungan di wilayah kerja pertambangan PT. Freeport Indonesia yaitu ada limbah yang mencemari lingkungan dari pertambangan emas dan tembaga. Limbah-limbah tersebut mencemari sungai-sungai dekat pertambangan sehingga penduduk asli kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Menurut Perhitungan PT. Freeport  bahwa penambangan mereka dapat menghasilkan limbah/ bahan buangan sebesar kira-kira 6 Miliar ton lebih dari dua kali bahan-bahan bumi yang digali untuk membuat terusan panama. Kebanyakan limbah itu dibuang di pengunungan di sekitar lokasi pertambangan atau ke sistem sungai-sungai yang mengalir turun ke dataran rendah basah yang dekat dengan Taman Nasional Lorentz sebuah hutan hujan tropis yang telah diberikan status khusus oleh PBB.

Sebuah penelitian yang bernilai jutaan dolar pada tahun 2002 yang dilakukan oleh Parametrix yaitu perusahaan konsultan Amerika yang dibayar oleh Freeport serta Rio Tinto yang merupakan mitra bisnis PT Freeport tidak pernah mengumumkan hasil penelitian di daerah PT Freeport bahwa bagian hulu sungai dan daerah dataran rendah basah yang dibanjiri dengan limbah tambang hanya cocok untuk kehidupan makhluk hidup akuatik. Laporan itu diserahkan ke New York Times oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. New York Times berkali-kali meminta izin kepada Freeport dan pemerintah Indonesia untuk mengunjungi tambang dan daerah di sekitarnya karena untuk itu diperlukan izin khusus bagi wartawan, semua permintaan itu ditolak.

Freeport hanya memberikan respon secara tertulis. Sebuah surat yang ditandatangani oleh Stanley S Arkin, penasihat hukum perusahaan ini menyatakan, Grasberg adalah tambang tembaga dengan emas sebagai produk sampingan, dan bahwa banyak wartawan telah mengunjungi pertambangan itu sebelum pemerintah Indonesia memperketat aturan pada 1990-an.Bahan tambang yang dihasilkan oleh PT. Freeport Indonesia adalah emas, tembaga, silver, Molybdenum, Rhenium dan selama ini hasil bahan yang di tambang tidak jelas kerena hasil tambang tersebut di angkut dengan kapal ke luar Indonesia untuk di murnikan sedangkan Molybdenum dan Rhenium adalah merupakan sebuah hasil samping dari pemrosesan bijih tembaga.

Pemerintah Kabupaten Mmika Papua sangat mendukung terbentuknya asosiasi daerah penghasil tambang seluruh Indonesia sebagai wadah atau tempat untuk saling tukar Informasi.Kepala Dinas Pendapatan Daerah Mimika, Petrus Yumte kepada Antara di Timika, Minggu mengatakan, keberadaan asosiasi daerah penghasil tambang sangat penting guna memperjuangkan hak-hak daerah atas eksploitasi sumber daya alam yang selama ini sebagaian masih dibayar kepada pemerintahan pusat yang ada di Jakarta.
Menurut Yumte, dalam rapat perdana daerah penghasil tambang yang akan berlangsung di Bali 11-12 Desember mendatang, Mimika akan mendorong adanya pelimpahan kewenangan atas Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan lainnya dari pusat ke daerah.
Yumte mengatakan bahwa ada sedikitnya 30 kabupaten/kota yang ada di Indonesia yang memiliki potensi daerah penghasil  barang tambang yang sangat berguna bagi kejahteraan daerahnya.

Daerah sudah menyatakan siap bergabung dalam wadah asosiasi penghasil tambang seperti Kabupaten Sumbawa Barat serta Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mimika merupakan salah satu daerah penghasil tambang yang memberikan kontribusi besar kepada pemerintah melalui eksploitasi emas, tembaga dan perak yang sudah dilakukan oleh PT Freeport Indonesia.//

BAB 111

PENUTUP

KESIMPULAN

Mimika merupakan daerah yang berada di pulau Papua yang memilih tanah yang menghasilkan barang tambang yang begitu kaya sehingga menarik PT. Freeport untuk mendirikan perusahaanya di pulau Papua. Barang tambang yang di hasilkan berupa tambang emas, tembaga, silver, Molybdenum dan Rhenium adalah merupakan sebuah hasil samping dari pemrosesan bijih tembaga. PT Feeport Indonesia merupakan perusahaan tambang emas terbesar di dunia serta merupakan penyumbang dana terbesar bagi bangsa Indonesia. Tanah di Pulau sangat berpotensial memiliki kekayaan tambang terbesar di dunia apalagi banyaknya pengunungan yang ada di pulau Papua tersebut.

Pertambangan yang dilakukan PT. Freeport Indonesia banyak menimbulkan permasalahan lingkungan yaitu limbah pertambangan yang dibuang di kaki pengunungan dan di sana terdapat sungai dan kehidupan alam lainnya sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan di daerah sungai, penduduk setempat kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini juga berkaitan dengan geografi pulau Papua yang banyak terdapat bebatuan dan pegunungan sehingga banyak menghasilkana barang tambang.

Jadi ada kaitannya dengan menganalisis geografi dan spasial daerah Mimika di pulau Papua dengan berdirinya PT.Freeport yang merupakan perusahaan tambang emas terbesar di dunia dari hasil mengeksplorasi atau mengali kekayaan di Pulau Papua.

DAFTAR REFERENSI

www.wikipedia.com tentang Freeport Indonesia

Amafnini Pietsau. 2009. Artikel tentang sebuah catatan harian tentang dinamika dampak MNC di tanah Papua.

www.ensiklopedia.com tentang Pulau Papua

About these ads
Posted in: Uncategorized